Dilansir Kontan co id – Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf, menilai tren harga emas masih berada dalam fase penguatan yang solid. Sepanjang 2025, imbal hasil (return) harga emas spot dunia telah menembus lebih dari 60%, bahkan melampaui kinerja bursa saham global. Kenaikan ini tercatat sebagai yang terbesar sejak tahun 1979.
“Ke depan, harga emas masih sangat menarik. Faktor-faktor yang mendorong reli emas sepanjang 2025 diperkirakan masih berlanjut hingga 2026,” ujar Alwi kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Alwi mengungkapkan sejumlah sentimen utama yang berpotensi menopang harga emas. Faktor pertama berasal dari ketegangan geopolitik global. Sepanjang 2025, konflik Rusia–Ukraina, memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran, hingga isu terbaru terkait ancaman tarif dagang AS terhadap Eropa akibat polemik Greenland, mendorong investor beralih ke aset aman.
“Ketidakpastian geopolitik masih menjadi penopang utama harga emas, karena investor cenderung mencari instrumen lindung nilai seperti emas,” jelas Alwi.
Faktor kedua adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga. Sentimen ini turut mengerek harga emas sepanjang 2025 dan berpotensi berlanjut pada 2026. Berdasarkan rapat Desember 2025, The Fed memproyeksikan setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga tambahan. Prospek ini diperkuat oleh perlambatan data ketenagakerjaan AS serta sikap pejabat The Fed yang semakin dovish.
“Dengan perlambatan data tenaga kerja di AS, arah suku bunga cenderung menurun. Bahkan peluang pemangkasan lebih dari satu kali dapat menjadi katalis positif bagi harga emas,” tambah Alwi.
Selain faktor makro global, emas juga tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai utama bagi investor institusional. Bank of America menempatkan emas sebagai komponen penting dalam portofolio investasinya pada 2026 dan memproyeksikan harga emas dunia berpotensi menembus US$ 5.000 per troy ounce.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Alwi memperkirakan harga emas Antam pada kuartal I 2026 berada di kisaran Rp 2,8 juta hingga Rp 3,1 juta per gram. Sejalan dengan itu, pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi juga memproyeksikan harga emas Antam di rentang Rp 3 juta hingga Rp 3,2 juta per gram.
Bagi masyarakat Jawa Timur, prospek kenaikan harga emas ini menjadi momentum penting untuk mulai atau menambah kepemilikan emas fisik, khususnya emas Antam yang mudah diperjualbelikan dan diakui secara nasional. Strategi beli bertahap (buy on weakness) dinilai relevan, terutama saat terjadi koreksi harga jangka pendek.
Untuk memudahkan masyarakat di Surabaya dan wilayah Jawa Timur, Amira Gold24 menghadirkan layanan COD (Cash On Delivery) Emas Antam, memungkinkan transaksi jual beli emas dilakukan langsung di rumah, kantor, atau lokasi yang disepakati. Dengan sistem COD, pembeli dapat memastikan keaslian emas secara langsung, merasa lebih aman, serta mendapatkan harga yang transparan mengikuti pasar.
Layanan COD emas Antam ini dinilai cocok bagi masyarakat seperti Surabaya, Sidorajo, Pandaan, Prigen dan sekitarnya yang mengutamakan kepraktisan, keamanan, dan efisiensi waktu, sekaligus menjadi solusi bagi investor pemula hingga berpengalaman dalam mengakumulasi emas fisik sebagai lindung nilai jangka panjang.

Leave a Reply