Harga emas kembali menjadi sorotan global. Setelah mencatat kenaikan hampir 65% sepanjang tahun 2025, emas berhasil mengungguli hampir semua komoditas utama dan sebagian besar aset lainnya. Melihat kinerja tersebut, mayoritas investor ritel yakin harga emas akan mencetak rekor baru di atas US$5.000 per troy ons pada tahun 2026.
Survei tahunan Kitco News menunjukkan optimisme yang sangat kuat dari investor individu. Sementara itu, bank-bank besar dan para ahli industri juga memperkirakan harga emas masih berpotensi naik, meskipun dengan laju yang lebih moderat dibandingkan lonjakan besar yang terjadi pada 2025.
Perjalanan Harga Emas Sepanjang 2025: Naik, Turun, lalu Cetak Rekor Baru
Awal tahun 2025 bukanlah periode yang mudah bagi emas. Setelah sempat menyentuh hampir US$2.800 per troy ons pada akhir 2024, harga emas turun ke kisaran US$2.500 per troy ons seiring menguatnya aset berisiko global setelah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.
Namun, pelemahan tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki 2025, harga emas mulai bangkit secara bertahap:
- Februari: kembali menembus US$2.800 per troy ons
- Maret–April: mencetak rekor baru di atas US$3.100 per troy ons
- April: sempat tertekan akibat pengumuman tarif perdagangan global, namun kembali menguat hingga menembus US$3.500 per troy ons
Sepanjang pertengahan tahun, harga emas bergerak relatif stabil sebelum kembali melonjak tajam pada September hingga Oktober, didorong oleh harapan penurunan suku bunga dan sentimen pasar yang membaik. Pada akhir Desember 2025, emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$4.550 per troy ons.
Survei Kitco: 71% Investor Ritel Yakin Emas Tembus US$5.000 per Troy Ons
Dalam survei tahunan Kitco News yang melibatkan 475 investor ritel, hasilnya menunjukkan keyakinan yang sangat kuat terhadap emas:
- 71% responden percaya harga emas akan menembus US$5.000 per troy ons
- 29% bahkan memperkirakan emas bisa melampaui US$6.000 per troy ons
- 42% memprediksi harga emas berada di kisaran US$5.000–US$6.000 per troy ons
- 19% memperkirakan harga emas bertahan di rentang US$4.000–US$5.000 per troy ons
- Hanya 10% yang memprediksi harga emas turun kembali ke kisaran US$3.000–US$4.000 per troy ons
Data ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang melihat emas sebagai aset penting untuk menjaga nilai kekayaan.
Mengapa Harga Emas Diprediksi Terus Naik?
Beberapa faktor utama yang mendukung prospek kenaikan harga emas ke depan antara lain:
1. Ketidakpastian Ekonomi Global
Risiko perlambatan ekonomi, utang global, dan ketegangan geopolitik mendorong banyak orang mencari aset aman seperti emas.
2. Pembelian Besar oleh Bank Sentral
Bank sentral dunia, khususnya dari negara berkembang, terus menambah cadangan emas mereka sebagai upaya diversifikasi dan pengurangan ketergantungan pada dolar AS.
3. Potensi Penurunan Suku Bunga
Jika suku bunga global turun, emas menjadi lebih menarik karena tidak bersaing langsung dengan instrumen berbunga seperti obligasi atau deposito.
4. Meningkatnya Minat Masyarakat
Emas kini semakin mudah diakses, baik dalam bentuk emas fisik, ETF emas, maupun tabungan emas digital, sehingga menarik minat masyarakat luas.
Prediksi Bank-Bank Besar untuk Harga Emas 2026
Meski cenderung lebih konservatif dibanding investor ritel, bank-bank besar tetap menunjukkan pandangan positif:
- Goldman Sachs: harga emas berpotensi mendekati US$4.900 per troy ons pada akhir 2026
- J.P. Morgan: memproyeksikan emas mencapai sekitar US$5.055 per troy ons pada akhir 2026
- UBS: menargetkan emas menyentuh US$5.000 per troy ons, dan bisa naik hingga US$5.400 per troy ons jika risiko global meningkat
- Wells Fargo: memperkirakan emas bergerak di kisaran US$4.500–US$4.700 per troy ons
Apakah Harga Emas Bisa Turun?
Para analis menegaskan bahwa pergerakan harga emas tidak selalu naik secara lurus. Jika kondisi ekonomi global membaik, konflik mereda, dan kebijakan moneter menjadi lebih stabil, harga emas bisa mengalami koreksi sementara.
Meski demikian, banyak pihak menilai potensi penurunan akan terbatas karena permintaan emas masih kuat, baik dari bank sentral maupun investor global.
Kesimpulan: Emas Tetap Menjadi Aset Favorit di 2026
Didukung oleh permintaan yang kuat dan ketidakpastian global yang masih tinggi, emas diperkirakan tetap menjadi aset unggulan pada 2026. Mayoritas investor ritel bahkan yakin harga emas akan menembus US$5.000 per troy ons, sementara bank-bank besar melihat peluang kenaikan yang berkelanjutan meskipun lebih bertahap.
Bagi masyarakat umum, emas tetap relevan sebagai alat lindung nilai, penyimpan nilai kekayaan, dan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Sumber : Kitco News

Leave a Reply